Kilas Balik 2019

Yayasan Gaol Migran Mandiri (The Gaol Foundation) di penghujung 2019 memulai aktivitas pendampingannya. Sebulan berjalan, sepanjang Desember kami mendampingi 4 orang pekerja migran ex-Singapura yang akan kembali bekerja ke Singapura.

Pengalaman buruk mereka bermigrasi ke Singapura dengan potongan gaji sampai 8 bulan membuat mereka tidak ingin kembali lagi ke Singapura dengan menggunakan jasa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Sebut saja Arna (nama samaran). Ia berangkat ke Singapura pertama kali tanpa menggunakan jasa P3MI. Ia mencari informasi melalui media sosial dan akhirnya mendapat employer dari agen Singapura. Walaupun tanpa menggunakan jasa P3MI, ia masih harus membayar 4 bulan potongan gaji. Pada keberangkatan yang kedua, ia kembali dihambat di Bandara Sukarno Hatta oleh petugas imigrasi. Setelah dilakukan pendampingan dan dialog, akhirnya tim hukum kami berhasil memperjuangkan mereka untuk berangkat sesuai jadwal.

Ada 3 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengalami hal yang sama, dihambat berangkat dengan alasan unprocedural atau dimintai surat tanda lulus Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). Padahal terminologi PAP saja sudah tidak ada lagi setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 tahun 2019.

Kemudian yang paling parah adalah Winarsih (nama samaran). Ia sudah pernah bekerja 6 tahun di Arab dengan 2 orang employer dan 6 tahun di Singapura dengan 3 orang employer. Menurut pengakuan Winarsih, potongan gaji di employer pertama berjumlah 8 bulan gaji sementara employer kedua dan ketiga biayanya 7 bulan gaji. Bagaimana mungkin ia masih dikenakan biaya 7 bulan pada employer kedua dan ketiga oleh P3MI? Oleh karena itulah di employer keempat ia mencoba peruntungannya dengan berangkat sebagai pekerja perseorangan. Tapi naas ia dihambat oleh petugas imigrasi di bandara sampai gagal berangkat. Setelah melewati dialog yang cukup alot dengan tim hukum kami, akhirnya petugas imigrasi membelikan tiket di hari yang sama untuknya agar ia bisa berangkat.

The Gaol Foundation akan terus memperjuangkan nilai kebenaran yang merupakan hak asasi bahwa setiap warga negara berhak mencari penghidupan yang layak. Tidak karena semangat perlindungan maka hak dasar akan kebebasan mencari penghidupan yang layak dinisbikan oleh negara. Negara justru harus memfasilitasi warga negara yang sudah memiliki kemandirian untuk bermigrasi. Dan jika semangatnya adalah perlindungan dan pendataan, maka negara harus menyiapkan platform dan sistem bagi pekerja domestik yang sudah berpengalaman untuk berangkat dengan aman tanpa melalui jasa P3MI yang sangat mahal!

Selamat Tahun Baru dari kami The Gaol Foundation untuk PMI! Semoga di tahun 2020 ini Pemerintah menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang masih belum selesai sampai saat ini. Ingatlah wahai pemerintah, kesejahteraan 4,8 juta PMI ada di tangan Anda (Data BNP2TKI, 2018). Potensi penerimaan negara dari remitansi sejumlah Rp 153 triliun juga berada di tangan anda semua (Data BI, 2018).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Notice: Undefined index: popup_cookie_ofair in /home/gaolorid/public_html/wp-content/plugins/cardoza-facebook-like-box/cardoza_facebook_like_box.php on line 924