Perjuangan Dengan Sepenuh Hati dan Sepenuh Jiwa

KARENA KAMI ADALAH PEKERJA MAKA HAK SEBAGAI PEKERJA HARUS DIJAMIN DAN DIHORMATI

TENTANG YAYASAN GAOL MIGRAN MANDIRI

FILOSOFI

Huruf Alpha (a) menjadi pusat logo yang melambangkan spirit yayasan untuk selalu selalu terdepan dalam pemberdayaan dan perlindungan pekerja migran.

Lambang segitiga sama sisi menujukkan keseimbangan antara 3 poros yaitu pekerja, pemerintah dan bisnis. Warna merah, putih dan hitam adalah representasi dari ketiga poros tersebut. Pekerja dilambangkan dengan warna merah sebagai bentuk perjuangan atas diri dan keluarganya. Pemerintah dilambangkan dengan warna putih menunjukkan perannya sebagai regulator dalam menjamin hak-hak pekerja. Bisnis, baik agen penempatan dan pengguna jasa dilambangkan dengan warna hitam sebagai representasi kekuasaan yang dimiliki pemberi kerja. Poros Pemerintah (warna putih) seharusnya berada diantara poros pekerja (warna merah) dan bisnis/pemberi kerja (hitam)

Bintang pada sudut segitiga menunjukkan terang dan harapan. Bahwa setiap poros diharapkan memberikan terang dan harapan ketika ketiga poros bersinergi.

Gaol dalam bahasa tradisional salah satu suku berarti pisang. Pengambilan warna hijau dari daun pisang melambangkan kedamaian dan harmoni. Bahwa yayasan akan bersinergi dengan semua pihak untuk mencapai visi dan misi yayasan. Kata GaΩL dituliskan dengan simbol alpha (a) dan omega (Ω) yang berarti awal dan akhir yang melambangkan pelayanan yayasan secara holistik dari masa pra migrasi, migrasi dan pasca migrasi.

KELEMBAGAAN

— Sejarah —

Yayasan Gaol Migran Mandiri didirikan di Jakarta pada tanggal 4 September 2018 berdasarkan akte Notaris Raden Mas Soediarto Soenarto Nomor 4 tahun 2018. Kemudian mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 12 September 2018.

Yayasan ini didirikan oleh Dominica Fitri Masniari Lumban Gaol, SE. ME. sekembali dari Singapura. Selama 8 tahun mendampingi pekerja migran di Singapura, dia berkesimpulan bahwa sumber persoalan pekerja migran yang paling mendasar berada pada negara asal para migran maka ia memutuskan kembali ke Indonesia dan melanjutkan perjuangannya di Indonesia.

Ia percaya bahwa tata kelola sistem perlindungan pekerja migran yang baik akan menciptakan kesejahteraan kepada migran dan keluarganya. Lalu sistem perlindungan pekerja migran harus melibatkan semua pihak, saling bersinergi dan pendekatannya harus holistik baik kepada migran maupun keluarganya. Negara sebagai pemangku kepentingan utama harus hadir dalam seluruh proses migrasi pekerja migran!

— Visi —

Menjadi organisasi yang terlibat aktif mewujudkan pekerja migran Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui upaya pendidikan, ekonomi, hukum dan sosial kemasyarakatan.

— Misi —

  1. Proaktif mengembangkan kajian dan penelitian untuk para pekerja migran dan keluarga.
  2. Proaktif mengembangkan usaha-usaha pendidikan dan pemberdayaan untuk para pekerja migran dan keluarga saat pra migrasi, migrasi dan upaya reintegrasi pasca migrasi.
  3. Memberikan bantuan kemanusiaan kepada pekerja migran dan keluarga baik sosial, pendidikan pendampingan hukum dan pemberdayaan ekonomi.
  4. Proaktif melakukan advokasi terhadap kebijakan untuk pekerja migran.

— Program —

  • Pendampingan dan advokasi: Helpdesk dan rumah singgah
  • Pendidikan: Pelatihan caregiver dasar
  • Pemberdayaan ekonomi: program reintegrasi

TIM KREATIF

DOMINICA FITRI MASNIARI LUMBAN GAOL, SE. ME.

PENDIRI DAN KETUA YAYASAN

Dominica web

Dominica mulai mendampingi pekerja migran saat bergabung di sebuah NGO di Singapura pada tahun 2009. Ia bekerja selama 8 tahun dengan posisi terakhir sebagai Direktur Keuangan dan Operasional.  Pengalaman selama 8 tahun dengan banyak tanggung jawab membuat ia memiliki keahlian yang mumpuni dalam tata kelola NGO profesional dan pemahaman akan permasalahan migran sehingga pada Juli 2017 ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mendirikan yayasan.

Ketika mahasiswa ia pernah menjadi sekretaris pada proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) Study Team di Pelembang. Ia kuliah dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE) dari Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Sriwijaya. Setelah lulus S1, sembari bekerja sebagai auditor di salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta, ia segera melanjutkan studi ke Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Ekonomi (ME).  

Ketertarikan dalam dunia sosial sudah terlihat sejak usia muda. Ia selalu terlibat aktif dalam organisasi di sekolah seperti OSIS dan Pramuka. Lalu ketika mahasiswa ia pernah menjabat sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Palembang dan Pengurus Pusat PMKRI. Ketika kuliah Magister, ia juga menjadi sekretaris jendral 1 PP ISKA dan pernah aktif dalam sebuah organisasi yang konsen pada isu perlindungan perempuan dan anak.

Kina hidayah kastari

sekretaris YAYASAN

Kina

Kina Hidayah Kastari lahir di Bojonegoro pada tanggal 8 Februari 1985. Ia berangkat ke Singapura sebagai Pekerja Migran pada tahun 2000 dan memutuskan kembali ke Indonesia pada tanggal 24 Januari 2020.

Selama 19 tahun di Singapura, Kina, sapaan akrabnya, tak pernah berhenti untuk belajar. Ia mengikuti beberapa kursus seperti Bahasa Inggris, Komputer, Salon dan Baking di 2 tahun pertama keberadaannya di Singapura. Ketika kejar paket dimulai di Singapura, Ia langsung mengambil kejar paket C untuk tingkat SMA. Ia kemudian meraih diploma level tertinggi D7 TESOL (Teaching English to Speaker of Other Languages) pada tahun 2014. Dua tahun menjelang kepulangan ke Indonesia, ia melanjutkan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Terbuka yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. Ia melanjutkan perkuliahannya di Jakarta sampai sekarang karena mimpi besarnya adalah ingin membuat prestasi mendirikan Kantor Akuntan Publik.

Setelah mendapat kualifikasi mengajar Bahasa Inggris, Kina ditawari menjadi relawan pengajar Bahasa Inggris untuk Pekerja Migran dari berbagai negara di salah satu agen tenaga kerja di Singapura. Dalam interaksinya, Ia kemudian menyadari bahwa Komunitas Pekerja Migran harus proaktif mengembangkan diri dan kesadaran ini harus dilakukan secara kolektif. Maka pada November 2015 Ia bergabung menjadi relawan di HOME Academy sampai Januari 2020 dengan posisi terakhir sebagai Koordinator. Ia melanjutkan panggilannya untuk berkarya dalam pendampingan Pekerja Migran di Indonesia dengan menerima tawaran menjadi Sekretaris pada Yayasan Gaol Migran Mandiri pada Januari 2020.


marisa rita ulina peranginangin, SE.

bendahara YAYASAN

Marisa

Perempuan yang disapa akrab Marisa ini lahir di Kabanjahe, 31 Maret 1984. Ia memperoleh gelar sarjana ekonomi dari salah satu universitas swasta di Medan tahun 2013.

Sebelum mendedikasikan diri di Yayasan, sebelumnya ia bekerja pada sebuah perusahaan retail di bagian administrasi tahun 2010-2014. Ia juga pernah membuka bisnis pakaian pada tahun 2002-2009.

Ketika pendiri yayasan, Dominica mengajak bergabung dengan memaparkan visi dan misi yayasan, ia langsung tertarik dan memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan membatalkan tawaran pekerjaan administrasi di sebuah rumah sakit di Medan. Ia terpanggil untuk ikut dalam gerakan sosial yang diperjuangkan oleh yayasan.

PAULUS GEMMA GALGANI, SH.

DIVISI HUKUM DAN PENDAMPINGAN

Gani

Paulus Gemma Galgani atau biasa dipanggil Gani saat ini sedang melanjutkan studi Program Magister di Universitas Trisakti konsentrasi hukum bisnis sejak 2018. Ia memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sriwijaya Palembang.

Pemuda Jawa kelahiran Nias ini adalah aktivis muda yang sangat konsen dengan masalah sosial kemasyarakatan. Selama menempuh kuliah di Pelembang, ia terlibat aktif dalam organisasi ekstra kurikuler PMKRI dengan posisi terakhir sebagai Presidium Gerakan Kemasyarakatan. Ia kemudian diangkat menjadi Bendahara Pengurus Pusat PMRKI di Jakarta dan selama menjabat ia memutuskan untuk melanjutkan studi magister hukum.

YOSEPH AURELIUS LADO, S.Sos.

DIVISI komunikasi dan pengembangan

Lando

 

Yoseph Aurelius Lado, S.Sos. lahir di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 28 Maret 1995. Setelah lulus pendidikan menengah atas pada tahun 2014 di SMAN 1 Maumere, ia merantau ke Palembang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka. Lando, begitu panggilannya mendapat gelar sarjana dengan predikat lulusan terbaik pada tahun 2018.

Lando adalah potensi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik yang dapat dilihat dari interaksi sosialnya selama mengikuti organisasi. Ia menjadi sekretaris pada Mahasiswa Pencinta Alam Kelaras di kampus pada periode 2014-2015, Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa pada periode 2015-2016 dan menjadi Ketua Presidium PMKRI Cabang Palembang pada periode  2016-2017

Paulina Rosa evriarti, S.Si.T

DIVISI PELATIHAN

IMG_0066

 

Paulina Rosa Evriarti, atau biasa dipanggil Rosa, lahir di Palembang pada tanggal 19 Juni 1995. Saat ini ia sedang melanjutkan kuliah program Magister Ilmu Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia merupakan lulusan terbaik Prodi DIV Analis Kesehatan Unika Musi Charitas.

Rosa memiliki kecintaan untuk mengajar sehingga ketika Yayasan Gaol Migran Mandiri memberikan tawaran untuk menjadi fasilitator pada pelatihan caregiver dasar, ia segera menyambut baik tawaran itu. Karena selain mengajar, pemberdayaan perempuan dan anak juga merupakan area ketertarikan yang ia ingin lakukan ke depan.

jaringan